Mawar Tak Pernah Kuliah Sejak Video Pelecehan Seksual Dirinya Beredar

Polisi Paksa Mahasiswi Bugil

Mawar Tak Pernah Kuliah Sejak Video Pelecehan Seksual Dirinya Beredar

- detikNews
Selasa, 19 Mei 2009 10:31 WIB
Makassar - Pelecehan seksual yang dilakukan sejumlah oknum Poltabes Makassar benar-benar membuat Mawar (bukan nama sebenarnya) trauma. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Makassar ini tidak berani lagi kuliah karena malu.

Sejumlah temannya yang ditemui detikcom di kampus mengaku, sudah beberapa hari ini tak lagi melihat Mawar kuliah. Padahal sebelumnya, Mawar merupakan mahasiswi yang rajin.

"Terakhir saya lihat minggu lalu. Itu pun dia terlihat tak nyaman dan penampilannya sudah berbeda. Potongan rambutnya berubah," kata seorang mahasiswi teman Mawar kepada detikcom, Selasa (19/5/2009).

Menurut mahasiswi tersebut, Mawar memang tidak pernah terlihat di kampus sejak rekaman pelecehan seksual terhadap dirinya beredar di kampus. Mawar agaknya tak kuasa menahan malu atas semua kejadian tersebut.

"Dia mungkin tidak menyangka rekaman video itu justru beredar di kampusnya sendiri," ujar mahasiswa itu.

Seperti diketahui, Mawar dipaksa membuka pakaian bawahnya oleh 5 oknum polisi berseragam lengkap. Nasib naas itu dialami Mawar setelah dirinya kedapatan berduaan dengan teman prianya di dalam sebuah mobil di kawasan wisata Pantai Akkarena. Semua perbuatan biadab itu direkam oleh pelaku dengan menggunakan handphone (HP).

Tidak hanya itu, Mawar juga diminta menyetor uang Rp 500 ribu jika tak ingin rekaman tersebut beredar luas. Karena tak memiliki uang, Mawar pun terpaksa menjual HP-nya di sebuah mal.

Namun belakangan, video tersebut beredar luas. Tidak terima dengan kejadian ini, keluarga Mawar mengadukan hal ini ke LBH Makassar yang kemudian diteruskan ke Polda Sulselbar. Keluarga Mawar menuntut para pelaku dihukum seberat-beratnya.

Polda Sulselbar mengaku sedang menyelidiki kasus tersebut. Setidaknya, mereka sudah memeriksa 3 orang anggota Poltabes Makassar yang diduga terlibat.

(mna/djo)


Berita Terkait