Masalah flu babi mendominasi pertemuan tersebut. Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Selasa (19/5/2009).
"Untuk pertama kali pada umat manusia, kita sedang melihat atau mungkin melihat pandemi influenza berkembang di depan mata kita," kata Chan yang menjabat Dirjen WHO itu.
Ditekankan Chan, wabah yang dimulai di Amerika Utara dan telah menyebar ke Eropa, Asia dan Amerika Selatan itu harus ditangani dengan serius. Meskipun kasus-kasus flu H1N1 ini umumnya ringan.
Menurut data terakhir WHO, 39 negara telah melaporkan kasus flu H1N1. Jumlah kasus di seluruh dunia telah mencapai hampir 9 ribu kasus termasuk 74 kematian.
Kebanyakan pasien memang hanya mengalami gejala-gejala ringan seperti demam. Namun yang mengkhawatirkan adalah tingkat penyebarannya yang cepat antarmanusia. Ini ditandai dengan lonjakan kasus yang tajam dalam waktu singkat di Jepang.
Di negeri Sakura itu kini sudah lebih dari 100 kasus yang dikonfirmasi. Padahal sebelumnya hanya empat kasus yang dilaporkan.
(ita/iy)











































