Cuma beberapa lama setelah didirikan, sebuah patung besar seorang wanita yang tak menggunakan sehelai kain dibuldoser lalu dipindahkan dari taman. Sebelum dibuldoser, bagian alat vital patung permpuan itu ditutupi plester berwarna merah.
Manajer pembuat taman, Lu Xiaoqing marah-marah dan mengumpat pemerintah China. "Seks saat ini dianggap tabu di China. Tapi sebenarnya masyarakat ingin sekali tahu informasi lebih tentang seks," ujarnya seperti dikutip ananova, Selasa (19/5/2009).
"Kta membangun taman ini untuk memberikan pengertian yang baik kepada publik soal seks. Mayoritas masyarakat mendukung ide saya, tapi saya harus memperhatikan dan tidak membuat taman terlihat vulgar dan mesum," imbuhnya.
Namun, niat 'mulia' Lu Xiaoqing ini tak didukung oleh pemerintah setempat. Pemerintah tetap saja melarang dibukanya taman ini dengan membuldoser hal-hal yang dianggap tabu di taman yang cukup luas itu.
Ungkapan miring keluar dari mulut salah seorang pejabat pemerintah setempat, He Shizhong. "Investigasi menunjukkan taman tersebut sangat vulgar dan sangat tidak mendidik. Masyarakat bisa terpengaruh akibat dampak negatif yang ditimbulkan," ujarnya.
"Ini cuma proyek sensasional saja," imbuhnya.
Sementara Manajer Proyek pembangunan taman ini, Mexin Group merasa prihatin dengan penutupan taman tersebut.
"Kami kecewa dengan penutupan taman ini, tapi kami menerima putusan tersebut. Kami minta maaf jika kami membuat sebagian masyarakat terganggu," ujarnya.
(anw/Rez)











































