Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Hery Subiansauri, saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Senin (18/5/2009).
"Kita sedang menyelidiki siapa anggota Polwiltabes yang melakukan perbuatan tersebut (pelecehan) saat sedang bertugas," kata Hery.
Hery menegaskan, Polda Sulselbar tidak akan menutup-nutupi kasus tersebut. Polda Sulselbar siap menindaktegas semua anggotanya yang terbukti bersalah.
"Buat apa menutup-nutupi kasus ini? Polisi kan digaji dari uang rakyat," ungkap Hery.
Menurut Hery, pihaknya mendapat laporan mengenai kejadian tersebut pada Kamis 14 Mei lalu. "Tapi dua hari kemarin polisi masih libur," kilah Hery.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi, sebut saja Mawar, menjadi korban perbuatan biadab lima orang oknum polisi. Dia dipaksa menanggalkan pakaian bawahnya setelah kedapatan berduaan dengan teman prianya di dalam sebuah mobil di kawasan wisata Pantai Akkarena, Makassar.
Para oknum aparat keamanan bejat itu juga merekam semua adegan tersebut. Masih belum puas, mereka kemudian meminta Mawar membayar Rp 500 ribu untuk menebus rekaman adegan hina tersebut.
Belakangan, rekaman video tersebut beredar luas. Mawar yang syok kemudian meminta bantuan hukum kepada LBH Makassar.
(mna/djo)











































