"Polisi lagi menyelidiki, kita kan dapat informasi," ujar Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Oegroseno di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (18/5/2009).
Menurut Oegroseno, polisi tengah mengecek informasi yang memang sudah berkembang sejak pekan lalu. Oegroseno berjanji akan transparan dalam penanganan kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya dalam jumpa pers Sabtu 16 Mei lalu, Kadispenal Laksamana Pertama Iskandar Sitompul menjelaskan, pembelian senjata revolver S&W 38 yang digunakan menembak Nasrudin berawal dari seorang sipil berinisial FTH yang mencari pistol.
Pria yang berprofesi sebagai sekuriti ini bertemu dengan AB yang merupakan oknum TNI AL. Kemudian AB menghubungi temannya, oknum Brimob berinisial HD. Oknum HD menyanggupi pemesanan senjata dan meminta temannya berinisial T dan A untuk melakukan transaksi senilai Rp 12 juta.
(ddt/nrl)











































