"Tinggal menguras air yang semata kaki sama listrik. Catnya sudah selesai," kata Abdullah (45) salah satu petugas Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu (17/5/2009).
Penjara tersebut berada di basement pelataran gerbang museum. Tinggi langit-langit penjara hanya 160 cm sehingga lembab dan dingin. Sementara luasnya sekitar 20x20 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan 2 pintu masuk penjara di sisi kiri dan kanan gedung, penjara bawah tanah tersebut menjadi penanda betapa tidak bermartabatnya kaum pribumi di mata kolonial. Tiap tamu penjajah seakan menginjak tahanan di bawah pelataran tersebut tanpa hormat.
(Ari/nrl)










































