Obama Pertahankan Sanksi AS Terhadap Myanmar

Obama Pertahankan Sanksi AS Terhadap Myanmar

- detikNews
Sabtu, 16 Mei 2009 14:54 WIB
Obama Pertahankan Sanksi AS Terhadap Myanmar
Washington - Presiden AS Barack Obama tetap memberlakukan sanksi terhadap junta militer Myanmar. Ditegaskan Obama, tindakan dan kebijakan junta Myanmar terus mendatangkan ancaman serius bagi kepentingan AS.

Keputusan itu disampaikan Obama kepada Kongres AS seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (16/5/2009).

Washington secara perlahan telah mempertegas sanksi terhadap para jenderal yang telah berkuasa di Myanmar selama lebih dari empat dekade. Sanksi tersebut terkait dengan penahanan peraih Nobel Aung San Suu Kyi, pemimpin oposisi Myanmar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oposisi sebenarnya memenangi pemilihan umum di negeri Burma itu tahun 1990. Namun junta Myanmar tak mengakui kemenangan itu. Bahkan Suu Kyi telah dikenai tahanan rumah selama belasan tahun.

"Krisis antara AS dan Burma belum terselesaikan," kata Obama. "Tindakan-tindakan dan kebijakan itu mengancam kepentingan AS," imbuh pemimpin negeri adikuasa itu.

"Karena alasan ini, saya telah memutuskan bahwa perlu untuk terus memberlakukan sanksi-sanksi terhadap Burma guna merespons ancaman ini," pungkasnya.

Pemerintah AS pertama kali menerapkan sanksi terhadap Myanmar pada tahun 1997. Sanksi beberapa kali telah ditingkatkan sebagai respons atas penekanan junta Myanmar terhadap para aktivis demokrasi.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads