Pemerintah Prancis setuju untuk menerima pria itu meski dirinya bukan warga negara Prancis. Sebabnya Boumediene memiliki keluarga di Prancis.
Boumediene tiba di Prancis dari Guantanamo pada Jumat, 15 Mei waktu setempat. Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Prancis seperti dilansir CNN, Sabtu (16/5/2009).
Boumediene telah dipenjara sejak dia dan lima orang lainnya ditangkap di Bosnia pada tahun 2001. Tahun lalu, hakim federal AS memerintahkan lima dari enam orang itu, termasuk Boumediene untuk dibebaskan. Sebab tidak cukup bukti untuk menguatkan tuduhan bahwa mereka berencana mengebom Kedutaan Besar AS di Bosnia.
Tiga rekan Boumediene telah lebih dulu dibebaskan dan dikirimkan ke Bosnia. Terdakwa kelima yang diperintahkan untuk dibebaskan adalah Sabir Lahmar. Dia saat ini diyakini masih ditahan di penjara Guantanamo.
Pemerintah Prancis menegaskan bahwa mereka telah sejak lama menyerukan penutupan kamp Guantanamo dan memuji keputusan Presiden AS Barack Obama untuk melakukan hal itu.
Hingga kini pemerintah AS belum mengirim satu pun tahanan Guantanamo ke wilayah AS karena banyaknya penolakan dari para gubernur dan anggota Kongres AS.
(ita/ita)











































