Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengatakan, menurut rencana pemprov akan mencanangkan pembangunan pabrik tersebut pada Sabtu besok, (16/5). Tapi karena pembebasan tanah belum selesai, pihaknya menunda acara tersebut.
"Pembebasan lahan belum selesai. Kurang 25 persen," kata Bibit yang didampingi Bupati Pati Tasiman dan perwakilan PT Semen Gresik, di kantor gubernur, Jl. Pahlawan Semarang, Jumat (15/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bibit yang juga mantan Pangkostrad ini minta masyarakat mengikhlaskan tanah dan menerima ganti rugi demi kelancaran pembangunan pabrik tersebut. "Pembangunan pabrik semen semata-mata demi kemajuan masyarakat," jelasnya.
Rencana pembangunan pabrik semen di Pati mendapat tentangan masyarakat setempat. Setahun terakhir, mereka terus berunjuk rasa dan membentuk jaringan menolak keberadaan pabrik tersebut. Mereka beralasan penambangan kapur dan tanah liat dipastikan merusak lingkungan.
Berdasarkan data pemprov, PT Semen Gresik akan menggunakan lahan seluas 1.300 hektare. Lahan itu terdiri dari kawasan penambangan kapur, tanah liat, dan lokasi pabrik itu sendiri. Sebagian lahan milik PT Perhutani dan sisanya milik masyarakat.
Pada tiap kawasan, PT Semen Gresik akan menambang selama 80 tahun. Setelah penambangan pabrik harus merehabilitasi kawasan tersebut. Namun masyarakat khawatir, sebelum penambangan berakhir, lingkungan rusak parah.
(try/djo)











































