Jakarta -
Aktivis lingkungan mengkritik hasil World Ocean Conference (WOC) yang dianggap menelantarkan peran nelayan tadisional. Selain itu, hasil WOC yang tertuang dalam Deklarasi Kelautan Manado hanya menambah miskin nelayan dengan dibebani utang luar negeri baru.
"Program konservasi yang didanai dengan utang hanya menggusur posisi nelayan tradisional," kata Lukman Hakim, juru bicara aktivis lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Jakarta untuk Manado, di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (15/5/2009).
Koalisi itu terdiri dari 19 LSM yang konsentrasi di bidang lingkungan seperti Walhi dan Serikat Petani Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas penilaian itu, mereka menggelar demontrasi di bundaran HI. Aktifis menggelar boneka ikan dari kertas dan poster penolakan terhadap hasil WOC. 2 aktifis memoles mukanya dengan cat putih, satu memakai caping nelayan dan satu lagi menggunakan jas tanpa dasi.
"Kita juga menolak skema perdagangan karbon yang bersumber dari lautan," imbuh Lukman Hakim.
(Ari/nrl)