Seperti diberitakan Reuters, Kamis (14/5/2009), rumah gubuk milik Ismail yang ditutupi terpal itu dibangun secara ilegal di sepanjang saluran air di kota Mumbai. Rumah itu merupakan satu dari beberapa rumah gubuk serupa yang digusur oleh pemerintah setempat.
"Ketika mereka datang saya sedang tidur. Mereka membangunkan saya dan salah seorang polisi bahkan mengancam saya," kata Ismail yang dikelilingi koper berisi pakain dan barang-barang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang bisa saya lakukan jika mereka membongkar rumah saya? Saya akan tidur di udara terbuka," imbuh Ismail.
Menurut pihak otoritas setempat, gubuk-gubuk itu sebelumnya telah dirobohkan namun dibangun kembali. "Gubuk-gubuk itu mengenai saluran yang harus dibersihkan sebelum datangnya musim angin," kata salah seorang pejabat setempat.
Film yang pertama kali dirilis tahun 2008 ini berkisah tentang seorang pemuda dari wilayah pemukiman kumuh Mumbai, India, yang memenangkan kuis Who Wants To Be A Millionaire versi India. Film ini meraih 8 piala Oscar, di antaranya kategori gambar terbaik, sutradara terbaik, sinematografi terbaik, dan lain-lain.
Film tersebut melibatkan anak-anak yang di kehidupan nyatanya memang tinggal di kawasan kumuh, di antaranya Ismail dan Rubina Ali yang berperan sebagai Latika muda. Pada bulan Februari lalu, pemerintah Negara Bagian Maharashtra berjanji memberi Ismail dan Rubina rumah baru.
Namun menurut ibunda Ismail, Shameem, janji tersebut tak pernah ditepati. "Kami juga mendengar bahwa pemerintah berjanji memberi kami rumah. Tapi apa yang terjadi? Kami masih menjadi gelandangan," kata Shameem.
"Anak saya telah mengangkat nama baik negara ini. Bukankah dia layak mendapat penghargaan?" imbuhnya. (sho/nov)











































