Anggota Tim Penanganan Penyakit Infeksi Khusus RSHS, dr Primal Sudjana, menyatakan status suspect dikenakan pada EK mengingat riwayat pasien yang pernah berkunjung ke dua negara, yaitu Amerika Serikat dan Korea Selatan, yang sudah terjangkit virus H1N1.
"Ini suspect pertama kita, dengan dikuatkan EK yang telah mengunjungi dua negara yang positif flu babi," ujar Primal ditemui di RSHS, Jalan Pasteur, Bandung, Kamis (14/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya sampel darah EK sudah dibawa ke Balitbangkes untuk diperiksa. Beberapa hari kemudian, hasilnya akan keluar.
Kronologi EK akhirnya dirawat di RSHS yaitu pada tanggal 6 hingga 12 Mei 2009, EK berada di Los Anggeles, Amerika Serikat. Kemudian saat akan pulang ke Indonesia, EK transit di Seoul Korea Selatan. Oleh tim kesehatan bandara Seoul, EK sempat ditahan selama 9 jam karena dia diketahui mengalami demam, setelah diperiksa thermal detector.
Setelah 9 jam diperiksa, akhirnya EK dinyatakan negatif terjangkit virus H1N1. Saat tiba di Bandara Cengkareng, Rabu (13/5/2009), EK lolos dari pemeriksaan thermal detector karena demamnya sudah turun.
Setiba di rumahnya pada Rabu malam, EK kembali mengalami demam tinggi. Lalu tadi pagi ke puskemas, dan pihak puskesmas langsung merujuknya ke RSHS.
(ern/nrl)











































