"Kondisi psikisnya memang mulai tidak stabil. Tapi kita belum memerlukan psikiater. Sejauh ini meski kondisi psikisnya tidak stabil, tapi masih bisa ditangani," ujar Salim Thalib, ketua tim dokter penanganan penyakit flu babi dan flu burung RSU Mataram, Kamis (14/5).
Sym sudah dirawat di RSU Mataram tiga hari, sejak ia dibawa dari Bandara Selaparang, karena demam tinggi dan mengidap flu. Begitu kondisi mental pasien tidak stabil, dokter kini melonggarkan kunjungan keluarga. Namun tetap harus menggunaan pakaian khusus mirip pakaian astronot yang hendak ke luar angkasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memunah, kakak kandung Sym di RSU Mataram Kamis mengatakan, kedua orang tuanya kini jatuh sakit, begitu mengetahui anaknya harus diisolasi karena menjadi terduga terinfeksi virus A-H1N1, penyebab penyakit flu babi.
"Tiga tahun adik saya berada di Malaysia, dan begitu kembali ke Lombok, tidak bisa pulang, malah harus dirawat dengan cara begini," ujar Memunah.
Keluarga tak memahami apa itu penyakit flu babi. Adiknya itu kata Maemunah, dalam keadaan baik. "Orang flu dan badannya panas, kan biasa,ββ ujarnya.
Pihak RSU Mataram hingga kini masih menunggu hasil uji laboratorium sampel lendir yang diambil dari tenggorokan dan hidung Sym. Akhir pekan ini, hasil uji laboratorium itu diperkirakan sudah diterima pihak RSU.
(djo/djo)











































