Perampokan di Taksi, Karyawan Hotel Jadi Korban

Perampokan di Taksi, Karyawan Hotel Jadi Korban

- detikNews
Rabu, 13 Mei 2009 19:52 WIB
Jakarta - Perampokan dalam taksi kembali terjadi. Kali ini, seorang karyawan sebuah hotel bintang empat di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan menjadi korban aksi perampokan tersebut.

Saat dikonfrimasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Chryshnanda mengakui belum mengetahui peristiwa tersebut. Namun Chryshnanda mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam memilih taksi.

"Karena ini bukan sekali ini saja. Jadi sebaiknya memilih taksi yang sekiranya aman, dan diusahakan jangan sendirian," ujar Chryshnanda saat dihubungi wartawan, Rabu (13/5/2009).

Korban diketahui berinisial SR (40), warga Menteng, Jakarta Pusat. Di dalam taksi, korban sempat dianiaya oleh pelaku. Peristiwa tersebut bermula pada Senin (11/5/2009) malam, korban menyetop sebuah taksi berwarna biru di kawasan Wisma Benhil, Jakarta Selatan. Saat itu, korban hendak menuju ke rumahnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Satu kilometer setelah taksi tersebut melaju, tiba-tiba seorang pria masuk ke dalam taksi dan duduk di sebelah sopir. Saat itu, korban sudah menaruh curiga.

Satu kilometer kemudian, taksi tersebut berhenti dan memasukkan seorang pria lain yang tak dikenal. Pelaku kemudian duduk di samping korban.

Tiba-tiba pelaku menodongkan sebilah pisau ke arah korban dan mengancam akan membunuh korban jika tidak diikuti keinginan pelaku. Pelaku kemudian menggeledah isi tas korban dan mengambil dompet milik korban.

Alhasil, 2 ATM dengan total Rp 1.450.000 pun raib dibawa pelaku. Tidak sampai di situ saja kejahatan yang dilakukan pelaku. Mereka bahkan memukul kepala korban dan memaksa memberikan nomor PIN (Personal Identification Code) ATM milik korban. Di depan sebuah ATM di kawasan Jakarta Barat korban diturunkan dan diancam akan dibunuh jika menoleh ke belakang.

Dalam sebuah laporan polisi bernopol LP/1408/V/2009/SPK Unit II, korban kemudian melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya. Namun, hingga kini pelaku masih berkeliaran bebas.
(mei/ndr)


Berita Terkait