"Waktu diluncurkan di Stockholm, waktu tempuhnya bisa turun sampai 30 persen. Kami juga bisa memonitor polusi sebelum dan sesudah diterapkan yaitu polusi bisa turun sampai 20 persen," kata Isaksen.
Hal ini disampaikan dia di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Gubernur Bidang Industri Perdagangan dan Transportasi Pemprov DKI Jakarta, Soetanto Soehodo, menambahkan sudah ada pengalaman penerapan ERP di beberapa negara. Salah satunya, Norwegia.
"Kita menyebut jangan ERP tetapi conjunction pricing karena idenya menambah biaya terhadap mereka yang membuat kemacetan. Tadi ini penawaran dari Norwegia," kata Soetanto.
Dikatakan dia, aspek conjunction pricing bukan sekadar teknologi tetapi juga legal aspek dan penerimaan publik.
"Saya katakan kepada mereka, kalian harus bisa menjelaskan juga mengenai biaya tambahan ini. Maksudnya, masyarakat kan sudah membayar pajak tetapi kenapa harus membayar ini," ujarnya.
Menurut dia, conjunction pricing akan diterapkan di tempat-tempat yang bisa memberikan pilihan kepada publik seperti di Sudirman-Thamrin.
"Karena di sana publik transportasi juga sudah ada," kata dia.
Ide ERP ini sudah muncul sejak Gubernur Sutiyoso, namun belum gol hingga kini.
(aan/nrl)











































