"Mereka nggak bisa keluar rumah, terjebak di dalam. Mungkin mereka masih tidur," kata Yoyo, warga yang ikut berusaha memadamkan api dan menyelamatkan korban, Rabu (12/05/09).
Menurut Yoyo, api menyala dengan cepat. Namun, dia tidak mengetahui penyebab pasti kebakaran. Kuat dugaan, ada percikan api yang terkena bensin sehingga dengan cepat menghanguskan rumah yang dihuni tujuh orang itu.
Korban tewas adalah Nurhayati (28) beserta dua anaknya, masing-masing Aditya (12) dan bayi perempuan yang masih berusia tujuh hari. Sedangkan korban luka Mas’ud (35), Limar (50), Solihin (25), serta Nunung (26). Mereka saat ini dirawat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.
Kapolres Bekasi Kombes Herri Wibowo yang datang ke lokasi belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Dia menduga, ada percikan api yang mengenai bensin di lantai rumah, sebab saat diperiksa memang banyak bensin berceceran di rumah korban.
Saat ditemukan, kata Herri Wibowo, ketiga korban tewas berada di dalam kamar dan dengan posisi berpelukan. Kondisi para korban ini sangat mengenaskan dengan luka bakar di sekujur tubuh. Untuk mengetahui penyebab kebakaran, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Nunung, satu-satunya korban yang masih bisa diajak bicara.
(djo/djo)











































