"Serangan senjara berat dan mortar pagi ini menghancurkan rumah sakit dan 47 orang terbunuh," kata juru bicara pemberontak, S Puleedevan, melalui telepon, seperti dikutip dari AFP, Selasa (12/5/2009).
Sebuah website pro pemberontak, Tamilnet, mengungkapkan bahwa total korban meninggal adalah 47 dari total 55 pasien yang dirawat. Website itujuga mengungkapkan ada lebih dari 2.000 warga sipil meninggal di tempat berbeda dalam serangan hari minggu lalu.
Palang Merah Srilanka tidak dapat memberikan informasi adanya serangan di daerah tersebut, dan tidak bisa mengevakuasi korban luka dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Ketua Palang Merah Srilanka, Paul Castella, bahkan tidak dapat mengoperasikan misi keamanan untuk mengangkut korban luka.
"Keadaan orang-orang ditengah serangan sangat memprihatinkan, namun kami kesulitan masuk," ujar Paul.
"Kami membutuhkan akses ke sana untuk menyelamatkan nyawa penduduk di sana," imbuhnya.
Srilanka terlibat pertempuran dengan pemberontak sejak tahun 1970-an. Saat itu, pemberontak Tamil menguasai hampir seluruh wilayah Srilanka. Saat ini mereka hanya menguasai 1.5 mil sepanjang hutan pantai Sri Lanka.
(van/irw)











































