Polda Kepri: Tidak Benar Polisi Melakukan Penyerangan

Sopir Taksi Vs Satpam HB

Polda Kepri: Tidak Benar Polisi Melakukan Penyerangan

- detikNews
Selasa, 12 Mei 2009 19:22 WIB
Pekanbaru - Polda Kepulauan Riau (Kepri) membantah tudingan adanya penyerangan anggota Poltabes Batam ke lokasi pelabuhan Hambour Bay (HB), di Batu Ampar Batam. Polisi hanya datang untuk menangkap pelaku pemukulan sopir taksi yang dilakukan satpam setempat.

Penegasan ini disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Anggaria Lopis dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (12/05/2009). Menurutnya kehadiran personil polisi ke pelabuhan HB hanya akan menangkap  satpam yang telah memukul sopir taksi.

"Kedatangan personel polisi ke pelabuhan itu dalam kepentingan untuk menangkap pelaku tindak pidana. Di mana sebelumnya, pihak kepolisian menerima laporan dari korban pemukulan satpam di pelabuhan tersebut. Jadi tidak benar sampai ada tudingan penyerangan segala," kata Anggria.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, pihak kepolisian datang ke lokasi kejadian, setelah menerima laporan seorang sopir taksi yang berkelahi dengan satpam. Dasar inilah, polisi datang untuk menangkap pelakunya.

"Jadi tidak benar kalau sampai ada tudingan melakukan penyerangan segala. Dalam masalah ini kita hanya menangani perkara tindak pidana saja. Tidak ada persoalan lainnya," kata Kabid Humas Polda Riau.

"Ini perlu saya luruskan, tidak ada penyerangan apapun di sana. Dengan ada isu penyerangan itu seolah-olah di Batam ini ada kejadian besar. Padahal di pelabuhan itu hanya ada perkelahian antara sopir dan satpam saja. Kita aman-aman saja di sini," kata Anggria.

Sementara itu, pemilik taksi M Soleh perwira Polda Riau menyebut, akibat perkelahian itu, sopirnya bernama Edi mengalami luka-luka. Edi sempat mendapat perawatan medis dengan beberapa jahitan dikepalanya.

Soleh juga mengklaim, sopirnya bernama Edi itu kini tidak lagi bisa menarik taksinya. Ini karena mengalami luka akibat perkelahian dengan satpam tersebut. Dia juga mengaku sopirnya terima sms dan ancaman.

"Saya dalam kasus ini ingin menegakkan kebenaran. Sopir saya itu sekarang tidak bisa lagi berkerja karena sakit dan takut karena diancam preman yang ada di pelabuhan itu," kata M Soleh.

(cha/djo)


Berita Terkait