"Statusnya kita tengah investigasi. Belum suspect. Kita mesti mengisolasi. Ini langkah preventif. Tapi dari ciri-cirinya, kita mencurigai flu babi. Apalagi dia datang dari luar negeri," kata Salim Thaib, Ketua Tim penanganan penyakit Flu Babi dan Flu Burung RSU Mataram, Selasa (12/5/2009).
Alat pemindai suhu tubuh di terminal kedatangan internasional Bandara Selaparang, mendeteksi suhu tubuh TKI NTB ini di atas suhu rata-rata normal. Petugas kesehatan bandara lantas memeriksa yang bersangkutan dan melarikan ke RSU Mataram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan sementara, S menderita flu dengan panas tubuh tinggi. Dokter juga menemukan gejala penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas atau ISPA. Kepada tim dokter, sehari sebelum bertolak dari Bandara Internasional di Kualalumpur, S mengaku sempat demam dengan suhu panas tubuh yang tinggi.
"Sesuai prosedur, kita memberikan obat Tami Flu yang memang untuk penderita yang dicurigai terkena flu babi dan flu burung," ujar Salim.
S kini dirawat di ruang Flamboyan kamar 237 RSU Mataram. Ruang ini adalah ruang isolasi yang khusus disiapkan untuk penderita flu burung dan penderita flu babi.
Ruang ini diisolasi dari pasien lain di RSU. Tidak ada siapapun yang dibolehkan mendekat. Termasuk dari pihak keluarga. Dokter pun yang hendak memeriksa yang bersangkutan mesti menggunakan pakaian khusus sesuai prosedur penanganan pasien flu burung dan flu babi.
(djo/djo)











































