Keluarga Korban HAM Rezim Orde Baru Gelar 'Sidang Rakyat'

Keluarga Korban HAM Rezim Orde Baru Gelar 'Sidang Rakyat'

- detikNews
Senin, 11 Mei 2009 14:01 WIB
Keluarga Korban HAM Rezim Orde Baru Gelar Sidang Rakyat
Jakarta - Penyelesaian kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) periode 1997-1998 hingga kini masih gelap. Hingga kini keluarga korban masih sulit memperoleh keadilan.

Mengingat tidak adanya upaya yang serius dari pemerintah untuk mengadili para pelaku, keluarga korban dibantu beberapa ormas mahasiswa akhirnya menggelar sidang rakyat.

"Kami berkehendak kuat untuk membentuk sidang rakyat 2009 yang akan mengadili pelanggaran-pelanggaran HAM rezim Orba," ujar salah satu Pelaksana Sidang Rakyat Frengky Banggut Fernandes saat ditemui di kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Jl Borobudur, Jakarta, Senin (11/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sidang rakyat ini dilakukan secara teaterikal. Layaknya sebuah pengadilan betulan, para hakim dan jaksa pun menggunakan toga (seragam) lengkap dengan berkas-berkas persidangan. Sedangkan saksi-saksi yang dihadirkan langsung dari pihak keluarga korban.Β 
Β 
Tepat di belakang meja hakim, terpajang rapih foto-foto korban penculikan pada peristiwa Mei 1998. Di tengahnya, sebuah lambang tanda tanya besar sengaja ditampilkan untuk menunjukan status korban-korban tersebut yang kini belum jelas.

"Kami menyadari penuh bahwa Sidang Rakyat merupakan inisiatif gerakan hak asasi dan demokrasi di Indonesia tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat namun mempunyai otoritas dan tanggungjawab moral yang tinggi, sehingga menuntut pemerintah untuk menerima dan memberlakukan keputusan tersebut," imbuh Frengky.

11 Tahun berlalu, trauma dan penderitaan psikologis masih terasa bagi keluarga korban. Yang mengherankan lagi, nama-nama yang diduga bertanggungjawab atas pelanggaran HAM seperti Wiranto dan Prabowo kini malah berani maju menjadi capres.

"Itu yang aneh, kenapa partai-partai ini malah pada mendukung mereka," keluh Tuti (74) kepada detikcom.

Tuti adalah ibu salah seorang korban penculikan aktifis Yani Afri Ryan pada Mei 1998 lalu. Yani diculik petugas Kopasuss saat berada di rumah. Hingga kini Tuti belum juga mengetahui keberadaan putra tercintanya.

"Walaupun sudah ikhlas, saya masih akan tuntut keadilan agar masalah yang sama tidak terulang," harapnya.

(ape/nwk)


Berita Terkait