Michelle mendarat di Bandara Ngurah Rai menggunakan pesawat Malaysia Airlines MH 715. Pesawat Airbus 330 yang mengangkut 137 penumpang serta 12 awak ini mendarat pukul 12.45 Wita, Minggu (10/9/2009).
Pesawat yang diduga mengangkut penumpang diduga terjangkit flu babi ini kemudian diparkir ke areal khusus (remote apron), yang berlokasi di sebelah ujung barat bandara yang terpisah dengan pesawat lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluhannya Kemudian dilaporkan oleh kapten pilot kepada petugas bandara," kata General Manajer PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Heru Legowo kepada wratawan di Bandara Ngurah Rai, Minggu (10/5/2009).
Sesaat setelah pesawat terparkir, petugas kesehatan bandara bergegas masuk ke dalam pesawat untuk mengevakuasi Michelee dan melarikannya ke RSUP Sanglah. Ratusan penumpang lainnya dibekali dengan masker.
Di RSUP Sanglah, Michelle menjalani perawatan di ruang Isolasi Nusa Indah. Michelle menjalani pemeriksaan secara khusus karena ia memiliki riwayat berasal dari negara yang sudah dinyatakan positif terjangkit flu H1N1.
Dari hasil pemeriksaan klinis sementara, sakit Michelle dinyatakan tidak mengarah ke flu babi. Pasien kemudian diberikan tamiflu.
"Suhu tubuhnya 36,9 derajat Celcius, nadi 62 kali per menit, tensi darah 110, nafas 20 kali per menit serta tidak mengalami gangguan pada paru-parunya," kata Ketua Tim Penanggulangan Virus H1N1 RSUP Sanglah dr Agus Somia SpPD di RSUP Sanglah.
Untuk mengetahui secara pasti penyakit pasien, sampel darah dan swap atau hapusan tenggorokannya akan diteliti di Balai Veteriner di Bogor, Jabar. Pasien juga akan menjalani pemeriksaan VCR (Visual Conversion Reaction) dan serologi.
(gds/asy)











































