Orang Keempat di Pertemuan Grand Mahakam Masih Misterius

Drama Antasari Azhar

Orang Keempat di Pertemuan Grand Mahakam Masih Misterius

- detikNews
Minggu, 10 Mei 2009 12:52 WIB
 Orang Keempat di Pertemuan Grand Mahakam Masih Misterius
Jakarta - Pertemuan yang digelar di Hotel Grand Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Mei 2008 lalu ternyata diikuti empat orang. Selain Nasrudin Zulkarnaen, Rhani Juliani, dan Antasari Azhar, ada satu orang lagi. Hingga saat ini, identitas orang keempat itu masih misterius.

"Ada empat orang. Ada Pak Antasari, Nasrudin, Rhani, dan satu orang lagi yang dihormati Pak Antasari," kata pengacara Antasari, Ari Yusuf Amir, saat dihubungi wartawan, Minggu (10/5/2009).

Saat didesak siapa orang yang dihormati Antasari itu, Ari bungkam. Dia tidak mau membocorkannya. Apakah orang itu memang terkait dengan Nasrudin dan Rhani? Ari tetap juga tidak mau membuka  identitasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu salah satu bukti yang akan kita buktikan di persidangan. Kita takut kalau kita ungkap sekarang akan dilumpuhkan. Orang tidak utuh melihatnya, hanya melihat Pak Antasari bertemu dengan Rhani di hotel, tapi tidak dilihat ada siapa saja, pintunya ditutup atau dibuka," jelas Ari.

Informasi yang beredar orang keempat itu adalah seorang guru spiritual. Namun, informasi lain, diduga orang itu adalah pejabat negara juga.

Antasari Dijebak


Ari Yusuf Amir juga kembali menyatakan bahwa Antasari tergiring dan terjebak dalam kasus ini. "Kalau kita lihat dari rangkaian cerita, Pak Antasari tergiring dan terjebak cerita itu. Endingnya pembunuhan, tapi Pak Antasari tidak mengetahui dan tidak terlibat pembunuhan," ungkap dia.

Memang, Antasari bertemu dengan Nasrudin, Rhani, dan Sigid Haryo Wibisono. "Tapi mengapa Sigid intensif menghubungi Pak Antasari? Itulah yang kita kaji. Tidak ada fakta yang kita tutupi," ujar dia.

Saat ditanya siapa yang menjebak Antasari, Ari mengaku pihaknya punya kriteria. "Kita punya kriteria siapa yang pernah punya dendam ke Pak Antasari dan siapa saja yang pernah dekat dengan Pak Antasari. Karena Pak Antasari adalah simbol pimpinan KPK juga," kata dia.

(asy/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini