Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton, AS dan negara lainnya mungkin harus menunjukkan kesabaran sebelum pembicaraan nuklir dengan Korut bisa dilakukan kembali.
"Kita mungkin harus menunjukkan kesabaran sebelum itu tercapai, tapi kami sepakat pada tujuan yang akan kita raih," ujar Hillary dalam konferensi pers di Washington dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (8/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun negosiasi tersebut menemui kebuntuan tahun lalu. Bahkan Korut kemudian meluncurkan roket jarak jauh pada 5 April yang dianggap sebagai pelanggaran resolusi PBB. Buntutnya, Dewan Keamanan PBB kembali menjatuhkan sanksi-sanksi yang lebih berat terhadap Korut.
Pekan lalu Korut mengancam akan kembali melakukan uji coba nuklir jika Dewan Keamanan PBB tidak minta maaf karena telah menjatuhkan sanksi yang lebih berat pada Korut.
(ita/iy)











































