Informasi yang dihimpun detikcom, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WITA, Kamis (8/5/2009). Korban yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) kapal motor bersama dengan keempat rekannya masing-masing Ilham, Anto, Mail dan Wowon, tiba-tiba ditemukan terkapar dengan perut terluka.
Sebelum menemukan korban, terdengar suara tembakan di udara.Setelah ditemukan teman-temannya, korban langsung dilarikan ke RS IA Moeis Jl AM Rifaddin Kecamatan Samarinda Seberang.
"Dari Moeis, dirujuk dokter ke sini," kata Anto kepada wartawan di RS Abdul Wahab Syachranie, Kamis (07/05/2009).
Pantauan detikcom, korban menjalani operasi bedah di ruang Instalasi Rawat Bedah selama 4 jam hingga akhirnya masuk ke ruang ICU. Menurut juru bicara RS AW Syachranie dr Nurliana Adriati Noor, korban bukan mengalami luka tembak melainkan luka tusuk.
"Di tubuh korban terdapat luka sedalam 20 cm dengan lebar 2 hingga cm," kata Nurliana kepada detikcom.
Kasat Reskrim Polres Kutai Kartanegara AKP Arif Budiman ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Meski menjadikan keterangan dokter sebagai bukti sementara luka korban bukan luka tembak, namun kepolisian tetap akan menyelidiki.
"Terus terang saja, lokasi kejadian belum bisa kami pastikan tepatnya.Masih terjadi pro dan kontra. Informasinya, memang terdengar letusan tembakan," kata Arif kepada wartawan di Samarinda.
Arif juga menjelaskan,kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti. "Terdapat pro dan kontra. Tapi dari pihak rumah sakit,memang tidak menemukan proyektil," ujar Arif.
Dijelaskan Arif pula,pada saat sebelum kejadian,kapal yang ditumpangi korban bersama 4 rekannya,berupaya mendekati ponton bermuatan batu bara.K eempat rekan korban,sempat menaiki ponton.
"Begitu ada tembakan peringatan,keempatnya sempat meloncat kembali ke kapal. Korban masih berada di kapal,tapi tiba-tiba tersungkur dengan perut terluka," tutup Arif.
(rdf/rdf)











































