Indonesia Timur Miliki 500 km Jalan Baru

Indonesia Timur Miliki 500 km Jalan Baru

- detikNews
Kamis, 07 Mei 2009 15:19 WIB
Indonesia Timur Miliki 500 km Jalan Baru
Denpasar - Pemerintah Indonesia membangun Jalan Nasional di Kawasan Indonesia Timur sepanjang 500 km. Pembangunan jalan di sembilan provinsi ini bantu oleh pemerintah Australia sebesar 300 juta dolar Amerika.

Peresmian proyek pembangunan Jalan Nasional di Kawasan Indonesia Timur dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto di ruas jalan By Pass Tohpati-Kusamba, Gianyar, Bali, Kamis (7/5/2009). Peresmian ini dihadiri oleh Sekretaris Parlemen untuk Pengembangan Infrastruktur Australia Bob Mc Mullan.

Pembangunan Jalan Nasional tersebut senilai 330 juta dolar Australia merupakan bantuan lunak Pemerintah Australia sebesar 300 dolar Australia serta biaya pemerintah Indonesia sebesar 30 juta dolar Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bantuan dari Pemerintah Australia digunakan untuk membangun infrastruktur jalan pada sembilan provinsi di wilayah Indonesia Timur sepanjang 500 km, yaitu Bali, NTB, NTT, Kalimantan dan Sulawesi. Indonesia juga mendapatkan bantuan dari ADB digunakan untuk membangun infrastruktur jalan di Lintas Jawa Selatan dan Sumatera.

"Jalan dan jembatan adalah infrastruktur untuk memperlancar arus masyarakat dan barang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, baik untuk pariwisata dan industri," kata Kirmanto.

Kirmanto meminta agar tidak ada penyelewengan dalam proyek tersebut. Berbagai pihak agar melaksanakan proyek sebaik-baiknya sehingga menghasilkan jalan yang berkualitas tinggi, tepat waktu, serta berumur sesuai dengan waktu saat didesain. "Karena uang ini adalah pinjaman lunak tanpa bunga, mohon gunakan sebaik-baiknya," ujar Kirmanto.

Dari total bantuan tersebut, digunakan untuk membangun jalan By Pass Tohpati-Kusamba yang menghubungkan Denpasar-Karangasem. Jalan sepanjang 10,8 km ini menghabiskan biaya sebesar Rp 340 miliar. Pembangunan jalan ini diharapkan mampu menekan jumlah kecelakaan yang mengakibatkan kematian sebanyak satu nyawa setiap satu kilometer pada tahun 2008.

Sementara itu, Pemerintah Australia pinjaman tersebut sebagai bagian dari bantuan Australia untuk rekontruksi pembangunan di Indonesia setelah bencana tsunami. "Pembangunan jaringan jalan nasional adalah untuk pembangunan ekonomi, sosial serta untuk memangkas waktu, biaya perjalanan dan meningkatkan akses ke pasar dan jasa. Untuk mengurangi secara signifikan kecelakaan lalu lintas dan jumlah kematian akibat kecelakaan," kata Mullan.

(gds/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads