Obama Menyesal Serangan AS Tewaskan Warga Sipil Afghanistan

Obama Menyesal Serangan AS Tewaskan Warga Sipil Afghanistan

- detikNews
Kamis, 07 Mei 2009 15:14 WIB
Obama Menyesal Serangan AS Tewaskan Warga Sipil Afghanistan
Washington - Presiden AS Barack Obama menyampaikan penyesalan mendalam atas jatuhnya korban jiwa warga sipil akibat operasi militer AS di Afghanistan belum lama ini. Penyesalan itu disampaikan Obama dalam pertemuannya dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai di Gedung Putih.

Obama memulai pertemuannya dengan Karzai dengan menyinggung serangan udara AS di Afghanistan pada Minggu, 3 Mei lalu. Palang Merah menyatakan, puluhan warga sipil Afghanistan tewas dalam serangan udara AS di Provinsi Farah itu.

Namun menurut pejabat-pejabat setempat, serangan AS itu menewaskan lebih dari 100 warga sipil. Serangan itu dilakukan AS sebagai bagian dari upayanya memberantas kelompok Taliban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepada Karzai, Obama menyatakan penyesalan dan simpati mendalam atas jatuhnya korban jiwa warga tak bersalah. Namun Obama tidak menyinggung soal tanggung jawab militer AS dalam peristiwa itu.

Demikian disampaikan Jenderal Jim Jones, penasihat keamanan nasional Obama kepada wartawan di Washington seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (7/5/2009).

Obama juga mengatakan pada Karzai bahwa investigasi akan dilakukan untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana peristiwa itu terjadi dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian itu.

"Dan jelas bahwa Presiden Karzai tersentuh dengan itu... dan dia berterima kasih pada presiden karena memulai pertemuan itu dengan ungkapan duka cita tersebut," kata Jones.

Dikatakan Jones, dalam pertemuan itu, Karzai tidak meminta agar serangan-serangan udara AS dihentikan atau dikurangi sembari menunggu hasil investigasi.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton juga menyampaikan penyesalannya atas kejadian tersebut. "Kami sangat, sangat menyesali jatuhnya korban," kata Hillary saat memulai pertemuan dengan Karzai.

Namun sama seperti Obama, Hillary juga tidak menyebut soal tanggung jawab AS dalam kejadian itu.
(ita/nrl)


Berita Terkait