"Kami sudah mendapat keterangan kronologi lengkap dari kepolisian maupun kabar dengan caddy," tutur PLH KPK minggu ini, Chandra Hamzah, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (7/5/2009). Hadir dalam rapat ini keempat wakil ketua KPK yaitu M Jasin, Bibit Samad Riyanto, Chandra Hamzah, dan Haryono Umar.
Mendengar jawaban yang bernada "gosip" seperti itu dan tidak langsung pada substansi rapat, anggota DPR spontan bersuara.
"Kita membutuhkan keterangan yang jelas bukan cerita-cerita berbau perasaan seperti itu," tutur anggota Komisi III DPR dari Fraksi PAN, Arbab Paproeka.
Anggota Komisi III lainnya, Nadrah Izahari, menganggap informasi yang diberikan pimpinan KPK masih simpang siur sehingga perlu dilakukan rapat tertutup.
"Rapat tertutup penting, supaya kita tidak simpang siur," kata anggota Fraksi PDIP DPR ini.
Pandangan senada juga diungkapkan teman sefraksinya, Dewi Asmara. Menurut Dewi daripada rapat digelar dalam perdebatan sebaiknya digelar terlebih dahulu rapat tertutup.
"Di sinilah terjadinya perbedaan pendapat, makanya kita perlu rapat tertutup dulu," tutur Dewi.
Melihat interupsi subur di sana-sini, anggota Komisi III lainnya, Panda Nababan, angkat bicara. Menurutnya sebaiknya rapat hari ini dilanjutkan saja, baru keputusan diadakan rapat tertutup bisa dijadwalkan kemudian.
"Kita lanjutkan saja, biar jelas, kemudian saya belum berpikir tertutup atau terbuka," tutur anggota FPDIP ini.
Meskipun rapat dilanjutkan, anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, Agun Gunandjar meminta pimpinan KPK lebih fokus dalam memberi penjelasan kepada DPR.
"Saya pikir harus diperjelas mengenai kabar sebenarnya," ujarnya.
(van/nrl)











































