Pemerintah Korut belum lama ini telah mengancam akan kembali melakukan uji coba nuklir. Hal itu sebagai respons atas sanksi-sanksi PBB yang kian diperketat.
Korut sebelumnya telah melakukan uji coba nuklir pada Oktober 2006 lalu. Uji coba tersebut mendorong PBB menjatuhkan sanksi finansial dan perdagangan etrhadap negeri komunis itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uji coba nuklir bawah tanah sulit untuk diprediksi dan kita tak bisa mengatakan kapan persisnya tes nuklir terjadi, namun kami pikir Korut siap melakukan tes dalam waktu dekat jika dia mau," kata sumber pemerintah Korsel seperti dikutip harian Korsel, Chosun Ilbo dan dilansir Reuters, Kamis (7/5/2009).
Menurut media tersebut, otoritas Korsel tengah memonitor peningkatan aktivitas di lokasi Phunggye-ri di Provinsi North Hamgyong, tempat Korut melakukan uji coba nuklir pada tahun 2006.
Pekan lalu, Korut mengancam akan kembali melakukan uji coba nuklir jika Dewan Keamanan PBB tidak minta maaf dan mencabut sanksi-sanksi yang diperketat setelah Korut meluncurkan roket jarak jauh pada April lalu.
(ita/nrl)










































