Saat ini para ilmuwan AS telah mengisolasi virus H1N1 yang telah menewaskan setidaknya 44 orang di dunia, termasuk dua orang di AS.
Demikian disampaikan Anthony Fauci, Kepala Institut Alergi dan Penyakit Menular di Institut Kesehatan Nasional (NIH) kepada para anggota Kongres AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah berikutnya, yang akan dilakukan adalah mengembangkan "bibit virus-virus" yang bisa digunakan untuk memproduksi vaksin pilot yang akan diuji coba pada manusia.
Menurut para ahli, virus H1N1 tersebut memiliki gabungan komponen virus manusia, burung dan babi. Virus ini belum pernah ditemukan sebelumnya.
Diingatkan Fauci, para ilmuwan baru dalam tahap awal memahami bagaimana virus H1N1 muncul dan dampak yang ditimbulkannya.
"Virus-virus tidak bisa diperkirakan, dan tidaklah bijak untuk membuat prediksi tentang bagaimana perilaku sebuah virus di masa mendatang," tandas Fauci.
Fauci juga mengingatkan, obat-obatan yang saat ini digunakan untuk mengobati virus H1N1, termasuk Tamiflu, mungkin tidak akan berguna jika virus tersebut bermutasi.
(ita/nrl)










































