Seperti diberitakan Reuters, Rabu (6/5/2009), 12 orang itu turun dari pesawat AeroMexico dengan menggunakan masker wajah. Mereka disambut oleh first lady Margarita Zavala dan keluarga masing-masing.
Sebelumnya mereka sempat merasa tidak berdaya dan terisolasi saat pemerintah China menunda penerbangan yang berasal dari dan menuju ke Meksiko. China meminta kedua belas warga Meksiko itu dibawa keluar segera dari China pada awal Mei.
12 Orang itu, termasuk pasangan yang sedang bulan madu, sempat terkurung di dalam hotel yang sebagian besar berada di Beijing dan Shanghai. Meksiko pun menuduh China melakukan diskriminasi dan menyebut pengurungan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan tanpa dasar yang jelas. Tetapi China menolak kecaman tersebut.
Virus flu H1N1 telah mengakibatkan 42 warga Meksiko dan 2 warga Amerika Serikat tewas. Virus ini juga telah menyebar ke lebih dari 1.500 orang di seluruh dunia.
(nvc/sho)











































