"Dua thermal scanner sudah disiapkan sejak Jumat atau Sabtu minggu lalu," ujar Kepala Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Departemen Kesehatan (Depkes) Rustam S Pakaya.
Rustam menyampaikan hal itu usai rapat tim penanganan flu babi menjelang WOC di RSU Prof Dr RD Kandou, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (6/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi di Bali itu sehari bisa sampai 9 ribu turis, kalau di Manado hanya sekitar 500 turis perhari," imbuh pria berkumis ini.
Sementara itu Kepala Kesehatan Pelabuhan Udara Sam Ratulangi Shirley Rembet mengatakan, dua thermal scanner itu akan diaktifkan kalau ada penerbangan langsung dari luar negeri. Alasannya, penumpang pesawat, utamanya dari luar negeri, sudah di-scanning di beberapa bandara di Indonesia jika meneruskan perjalanan rute domestik.
"Manado ada penerbangan langsung dari Singapura, yaitu maskapai Silk Air seminggu 4 kali dan Air Asia seminggu 3 kali. Kalau penerbangan domestik sih nggak, kan sudah di-scanning," ujar Shirley.
Shirley menambahkan, tidak ada ruang isolasi di Bandara Samrat, yang ada hanya ruang observasi. Jika ada penumpang luar negeri yang terdeteksi mempunyai suhu badan di atas 38 derajat celcius, maka yang bersangkutan langsung dievakuasi ke RS rujukan yang sudah ditunjuk pemerintah.
"Ada ruang observasi tapi tidak steril. Kita hanya akan memberi masker dan langsung dirujuk ke RSU Kandou Manado untuk dirawat sampai sembuh," kata dokter berkacamata ini. (nwk/sho)











































