2 Thermal Scanner Periksa Peserta WOC di Bandara Manado

Flu Babi

2 Thermal Scanner Periksa Peserta WOC di Bandara Manado

- detikNews
Rabu, 06 Mei 2009 22:21 WIB
2 Thermal Scanner Periksa Peserta WOC di Bandara Manado
Manado - Manado siap menjadi tempat penyelenggaraan World Ocean Conference (WOC) pada 11-15 Mei. 2 Thermal scanner di Bandara Sam Ratulangi Manado pun siap memeriksa peserta dari seluruh dunia terkait adanya kemungkinan terjangkit flu babi dari virus H1N1.

"Dua thermal scanner sudah disiapkan sejak Jumat atau Sabtu minggu lalu," ujar Kepala Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Departemen Kesehatan (Depkes) Rustam S Pakaya.

Rustam menyampaikan hal itu usai rapat tim penanganan flu babi menjelang WOC di RSU Prof Dr RD Kandou, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (6/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rustam mengatakan, alat itu sudah memadai untuk men-screening pendatang luar negeri. Karena belajar dari pengalaman penyelenggaraan sidang Asian Development Bank (ADB) yang berlangsung di Bali pekan kemarin, thermal scanner yang dipasang dan sistem penanganan yang diterapkan sudah mampu mencegah masuknya flu babi ke Indonesia.

"Apalagi di Bali itu sehari bisa sampai 9 ribu turis, kalau di Manado hanya sekitar 500 turis perhari," imbuh pria berkumis ini.

Sementara itu Kepala Kesehatan Pelabuhan Udara Sam Ratulangi Shirley Rembet mengatakan, dua thermal scanner itu akan diaktifkan kalau ada penerbangan langsung dari luar negeri. Alasannya, penumpang pesawat, utamanya dari luar negeri, sudah di-scanning di beberapa bandara di Indonesia jika meneruskan perjalanan rute domestik.

"Manado ada penerbangan langsung dari Singapura, yaitu maskapai Silk Air seminggu 4 kali dan Air Asia seminggu 3 kali. Kalau penerbangan domestik sih nggak, kan sudah di-scanning," ujar Shirley.

Shirley menambahkan, tidak ada ruang isolasi di Bandara Samrat, yang ada hanya ruang observasi. Jika ada penumpang luar negeri yang terdeteksi mempunyai suhu badan di atas 38 derajat celcius, maka yang bersangkutan langsung dievakuasi ke RS rujukan yang sudah ditunjuk pemerintah.

"Ada ruang observasi tapi tidak steril. Kita hanya akan memberi masker dan langsung dirujuk ke RSU Kandou Manado untuk dirawat sampai sembuh," kata dokter berkacamata ini. (nwk/sho)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads