"Mereka kita deportasi Selasa kemarin. Mereka kembali setelah merasa nasibnya di Indonesia juga tidak ada kejalasan," kata Kepala Rudenim Pekanbaru, Yanizur, di ruang kerjanya, Jl Sudirman, Pekanbaru, Rabu (6/5/2009).
Kelima warga Afghan itu adalah, Ismatullah (28), Safwat (33), Sajjad Husin (30), Mohamad zaki (22) Mohamad Yakop (30). Kepulangan warga kota Kabul ini difasilitasi Internasional Organization Migration (OIM). Dari Pekanbaru mereka menuju Jakarta terlebih dahulu dan selanjutnya Malaysia, Dubai dan terakhir ke Kabul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati lima warga Afghan ini telah kembali, namun menurut Yanizur, kondisi Rudenim masih disesaki 91 pengungsi lainnya. Padahal daya tampung tempat itu hanya 68 orang.
"Saking sempitnya, kita menggunakan ruangan arsip untuk dijadikan penginapan bagi pengungsi wanita. Ada dua wanita yang lagi hamil dan memiliki balita. Karena itu relakan satu ruangan arsip khusus untuk mereka," kata Yanizur.
Terakhir pihak Rudenim menolak 34 warga Afghan dan Pakistan yang ditangkap pihak kepolisian dua pekan lalu di Kabupaten Rokan Hilir. "Sebab ruangan kita tidak lagi dapat menampung karena sudah melebihi kapasitas. Karenanya 34Β pengungsi itu dialihkan ke detention center di Tanjung Pinang, Kepri," kata Yanizur.
(cha/djo)











































