Warga Tanggapi Dingin Rencana Asuransi Banjir

Warga Tanggapi Dingin Rencana Asuransi Banjir

- detikNews
Rabu, 06 Mei 2009 14:07 WIB
Warga Tanggapi Dingin Rencana Asuransi Banjir
Jakarta - Akhir pekan kemarin, Pemprov DKI Jakarta berencana mengasuransikan warga yang terbiasa terkena banjir. Sayangnya, warga menanggapi dingin wacana Pemprov tersebut.

"Paling-paling juga cuma buat proyek," kata Budi (32), warga Bukit Duri, Tebet, Jaksel kepada detikcom di rumahnya, Rabu, (6/5/2009).

Wacana ini dilemparkan Gubernur DKI, Fauzi Bowo akhir pekan kemarin. Nantinya, warga akan dikenai premi asuransi Rp 5O ribu pertahun. Jika peserta asuransi kebanjiran, maka mendapatkan klaim asuransi 5 kali lipat. "Paling cuma semangat nariknya," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, warga pun mempertanyakan kriteria banjir. Jika menurut Pemprov DKI, banjir adalah ketinggian air di Pintu Manggarai mencapai ketinggian 950 cm. Tetapi warga mempunyai tafsir sendiri-sendiri. "Di sini, ujan lokal saja banjir. Belum lagi kalau ada banjir kiriman. Jadi yang dimaksud banjir seperti apa?" tanya balik Marni (35), warga RT 1/3, Petogogan, Jaksel.

Selain mempertanyakan ketinggian banjir, warga juga menanyakan interval banjir dalam setiap tahun. Apakah tiap kali banjir atau hanya dihitung sekali dalam setahun. "Di sini, dalam setiap tahun, total banjir bisa 20 hari. Jadi klaim asuransi dapat 20 kali apa cuma sekali setahun," ujarnya bingung.

(asp/anw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads