Pengambilan sampel tersebut dilakukan oleh Balai Besar Penelitian Veteriner (BBPV) Denpasar bekerjasama dengan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung.
Sampel darah dan lendir hidung yang diambil secara acak di seluruh kabupaten/kota se-Bali akan diperiksa di laboratorium. "Kita akan periksa apakah ada kandungan virus H1N1," kata Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Badung Made Bandra di Desa Desa Jagapati, Abiansemal, Badung, Selasa (5/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengambilan sampel di Kabupaten Badung dilakukan dua kecamatan, yaitu Abiansemal dan Mengwi yang populasi babinya paling banyak di kabupaten ini. Populasi babi di Badung sebanyak 300 ribu ekor. Setiap orang dari 75 peternak memiliki 50 hingga 400 ekor babi, sedangkan warga memelihara 2 ekor babi.
Berdasarkan data Dinas Peternakan Provinsi Bali, populasi ternak babi di Bali hingga akhir 2008 mencapai 924.297 ekor. Hingga kini belum ditemukan kasus H1N1 di Bali.
Pengambilan sampel sejenis juga bakal dilakukan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 1.900 sampel. Kegiatan itu dilakukan di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat (NTT) sedangkan wilayah NTT di Kota Kupang, Kabupaten Alor, Sikka, dan Sumba Timor.
(gds/djo)











































