DPR Terbelah Soal Antasari

DPR Terbelah Soal Antasari

- detikNews
Selasa, 05 Mei 2009 16:40 WIB
DPR Terbelah Soal Antasari
Jakarta - Antasari Azhar menjadi perbincangan hangat setelah namanya disebut terlibat dalam kasus pembunuhan Direktur PT PRB Nasrudin Zulkarnaen. Kasus Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah nonaktif itu pun jadi topik di rapat Komisi III DPR.

"Terjadi perdebatan, masih berlangsung hingga sekarang," kata seorang anggota Komisi III DPR Nursyahbani di sela-sela rapat tertutup di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/5/2009).

Menurutnya, anggota Komisi III terbagi menjadi dua kubu. "Sebagian mendukung tidak intervensi, sebagian ingin mengundang Kapolri dan Kejagung untuk meminta informasi apa yang terjadi," kata Nursyahbani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, kata Nursyahbani, sebagian ada yang meragukan Antasari terlibat dalam kasus pembunuhan berencana itu. "Karena mereka mengenal baik Antasari sebagai penegak hukum yang handal. Masak seorang Antasari membuhuh seseorang hanya karena caddy, pasti ada hanky panky di balik ini semua, " kata Nursyahbani menirukan kata-kata rekannya.

Sementara itu menurut Nursyahbani, dirinya melihat keanehan dalam kasus Antasari. Menurutnya seharusnya polisi tidak bergesa-gesa meningkatkan status menjadi tersangka. Sepengetahuannya, Antasari baru saja ditetapkan menjadi saksi.

"Kapolri sudah menyurati Kejaksaan minta pencekalan, padahal Antasari belum memberikan keterangan sebagai saksi sudah dijadikan tersangka," katanya.

Meskipun demikian, Nur sendiri tidak memungkiri seorang Antasari bisa tergoda wanita. "Kalau orang Jawa bisa jatuh karena harta, tahta dan wanita," candanya.

Dalam rapat tertutup ini, dia menambahkan, juga dibahas kemungkinan pengganti Antasari, menurutnya pengambilan keputusan KPK harus bulat dengan lima pimpinan.

"Mekanisme pergantian tadi kita bahas, keputusannya adalah tetap melanjutkan proses perkara KPK yang dikerjakan bersama Antasari. Bagaimanapun harus diganti karena kelima-limanya harus diisi," lanjutnya.

(ken/iy)


Berita Terkait