"Simbol ini tak diperbolehkan masuk," kata Ketua Tim Peduli David, Audy Wuisang, di depan Kedubes Singapura, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (5/5/2009).
Saat itu, memang hanya Audy yang diperbolehkan menemui perwakilan kedubes. Sedangkan yang lain, terpaksa menunggu di luar gerbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Barang bawaan ini merupakan kebiasaan orang Timur yang sedang bertamu ke tetangga," jelas Audy.
Selain itu, ada juga foto serta dan artikel-artikel tentang David yang dibingkai pigura.
Padahal, menurut Audy, barang-barang itu juga untuk menegaskan agar persoalan David tidak mengganggu hubungan RI-Singapura. Perwakilan Kedubes Singapura, Jonathan, yang ditemui Audy mengaku tidak bisa menerimanya.
"Nggak tahu alasannya, mungkin saja mereka takut," pungkasnya. (mok/nrl)











































