PM Nepal Mengundurkan Diri, Proses Perdamaian Terancam

PM Nepal Mengundurkan Diri, Proses Perdamaian Terancam

- detikNews
Selasa, 05 Mei 2009 11:10 WIB
PM Nepal Mengundurkan Diri, Proses Perdamaian Terancam
Kathmandu - Nepal dilanda krisis politik. Perdana Menteri (PM) Nepal Pushpa Kamal Dahal mengundurkan diri. Tokoh gerilyawan Maoist itu mundur karena Presiden Nepal melakukan tindakan yang menentang pemerintahan terpilih. Yakni dengan mengangkat kembali panglima militer yang telah dipecat kabinet.

Krisis politik ini mengancam proses perdamaian antara bekas gerilyawan pemberontak Maoist di pemerintahan Nepal dengan militer nasional.

PM Dahal mencetuskan, dirinya mundur karena "keputusan tidak konstitusional dan tidak demokratis" oleh Presiden Nepal  Ram Baran Yadav.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita dalam momen kritis. Ini jarang terjadi dalam sejarah negara. Demi kepentingan negara, saya siap untuk mundur," kata PM Dahal seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (5/5/2009).

"Saya telah mundur dari posisi PM mulai hari ini demi perlindungan demokrasi dan perdamaian," imbuhnya.

Pada Minggu, 3 Mei lalu, kabinet Nepal memberhentikan panglima militer Jenderal Rookmangud Katawal. Dia dituduh melawan perintah pemerintah. Berdasarkan perjanjian damai tahun 2006, para bekas gerilyawan Maoist akan bergabung ke dalam militer nasional Nepal. Namun Jenderal Katawal menghalang-halangi langkah itu. Alasannya, gerilyawan Maoist akan merusak militer. Karena sikapnya itu, kabinet Nepal memberhentikan Katawal.

Namun beberapa jam kemudian, Presiden Nepal Ram Baran Yadav mengangkatnya kembali. Pada Senin, 4 Mei, ribuan orang pendukung Maoist menggelar aksi unjuk rasa di Kathmandu untuk menentang keputusan presiden tersebut.

(ita/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads