Menara Eiffel adalah tempat tujuan wisata utama di Paris. Setiap tahun, lebih dari 6 juta turis mengunjungi menara ini. Menara nan tinggi dan taman Champs de Mars yang luas dan indah, turis mana yang tidak mau datang ke tempat ini.
Eiffel bisa dicapai paling dekat dengan kereta bawah tanah Metro di stasiun Bier Hakim atau dengan kereta regional RER di stasiun Champs de Mars dan tentu saja dengan bus wisata.
Saat detikcom berkunjung, Selasa (28/4/2009) lalu, suasana penuh antusias tergambar dari wajah para turis yang berduyun-duyun menuju Eiffel.
Dengan tinggi 324 meter, Eiffel langsung menyambut para turis yang baru keluar dari stasiun kereta. Berjalan kaki 300 meter seolah tidak terasa saat melihat menara Eiffel yang semakin dekat. Semenjak pagi, para turis sudah membanjiri Eiffel.
Mereka antri mengular untuk naik ke atas Eiffel dari semua kaki menara ini di Utara, Selatan dan Timur. Pengunjung harus merogoh kocek 8 Euro atau sekitar Rp 120 ribu untuk naik lift ke pertengahan Eiffel.
Kalau mau murah, silakan naik lewat tangga, tarifnya 4,5 Euro atau sekitar Rp 69 ribu. Jika tidak puas hanya sampai di pertengahan Eiffel, anda bisa melanjutkan dengan lift ke puncak Eiffel dengan harga tiketnya 13 Euro atau sekitar Rp 195 ribu. Di puncak menara, pemandangan seantero kota Paris sudah menunggu anda.
Aneka tarif ini sama sekali tidak menyurutkan minat para turis untuk naik ke bangunan paling tinggi di Paris ini. Antrean panjang seolah tidak ada habisnya. Dilihat dari dekat, menara yang dibangun oleh Gustave Eiffel pada 1889 ini memang tampak kokoh. Struktur logamnya mantap saling menyangga untuk menahan berat total menara sekitar 10.000 ton.
Jika ingin berfoto dengan latar belakang Eiffel, para turis memilih untuk bergeser ke taman Champs de Mars. Jika berjalan agak jauh, maka kita bisa memfoto utuh menara Eiffel dari dasar sampai puncak. Berciuman sepertinya jadi adegan wajib pasangan turis yang dimabuk cinta untuk berfoto di depan Eiffel.
Foto-foto selesai, maka itu saatnya para turis diserbu para pedagang asongan. Iya betul, pedagang asongan yang tidak ubahnya seperti yang ada di berbagai tempat wisata di Indonesia. Ada juga sejumlah pengemis yang pasti mendatangi anda, tapi umumnya mereka tidak memaksa.
Untuk para pedagang asongan, mereka biasanya imigran Afrika atau India. Yang mereka jual adalah aneka cinderamata bertema Eiffel. Mereka menjual gantungan kunci, miniatur, atau pajangan acrylic dengan lampu yang semuanya berbentuk Eiffel. Harganya lebih miring dari toko souvenir asalkan anda jago-jago menawar. Jangan kuatir dengan kemampuan bahasa Prancais anda, mereka paham bahasa Inggris.
Mereka pasti menawarkan harga lumayan mahal. Tapi kalau anda mau tahu, sebuah gantungan kunci hanya 20 sen Euro (Rp 3 ribu) dan miniatur Eiffel 20 cm hanya 2,5 Euro (Rp 38 ribu). Oleh-oleh yang pas untuk mengenang tempat yang romantis ini.
(fay/nik)











































