Saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (4/5/2009), Antasari tampak sumringah. Meski tak menjawab pertanyaan ratusan wartawan, senyum lebar berkali-kali menghiasai bibirnya.
Penampilan Antasari yang tenang ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin seseorang yang sedang terlibat masalah sebesar itu bisa tenang?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun beberapa sumber yang detikcom menyatakan sebaliknya. Sebenarnya kasus ini cukup membuat Antsari pusing tujuh keliling. Bahkan sejak namanya disebut-sebut terkait kasus pembunuhan Nasrudin, Antasari tidak lagi bisa tidur nyenyak seperti biasanya.
Sebagai contoh, jumpa pers yang akan digelar Antasari di kediamannya, Perumahan Giri Loka 2, BSD, Banten, Minggu 3 Mei, tertunda karena Antasari kelelahan. Acara yang sedianya digelar pukul 11.00 WIB, baru dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB.
"Bapak lelah. Dia baru saja istirahat setelah disuntik obat tidur. Semalaman dia tidak bisa tidur," ujar seorang pria di kediaman Antasari sekitar pukul 10.00 WIB, hari itu.
Dan siangnya, saat menggelar jumpa pers, Antasari terlihat biasa saja. Didampingi istrinya, dia menjawab satu per satu pertanyaan wartawan dengan santai. Sampai jumpa pers berakhir, Antasari tetap tenang. Sebagai mantan Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Antasari memang terlatih menghadapi wartawan.
Apakah ketenangan Antasari hari ini juga karena pengalamannya bergaul dengan para pemburu berita? Atau dia kembali menggunakan obat tertentu sehingga kepercayaan dirinya tinggi?
Namun bisa jadi pula, ketenangan tersebut karena Antasari sudah tahu apa yang akan dialaminya. Termasuk kemungkinan dirinya bakal dijadikan tersangka bahkan mungkin ditahan polisi.
Hal itu sebenarnya sempat tersirat secara implisit dari ucapan Antasari saat menerima sejumlah wartawan di kediamannya usai jumpa pers. Ketika itu Antasari memohon maaf karena tidak bisa menjawab pertanyaan wartawan yang sudah masuk dalam materi atau substansi perkara.
"Saya mengerti, Anda semua ingin mengajukan banyak pertanyaan kepada saya. Ya barangkali saja setelah besok Anda sulit bertanya bebas kepada saya," ujar Antasari.
(djo/nrl)










































