Sebelum Tersangkut Kasus Nasrudin, Edo Berurusan dengan Polisi

Penembakan Direktur PRB

Sebelum Tersangkut Kasus Nasrudin, Edo Berurusan dengan Polisi

- detikNews
Senin, 04 Mei 2009 14:46 WIB
Sebelum Tersangkut Kasus Nasrudin, Edo Berurusan dengan Polisi
Jakarta - Salah satu tersangka eksekusi Nasrudin Zulkarnaen adalah Eduardus Ndopo Mbete alias Edo. Menurut sumber, peran Edo adalah menerima order pembunuhan dari Kombes WW.

Sebelum tersangkut kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) itu, Edo juga pernah berurusan dengan polisi. Pihak berwajib pernah memanggil pria asal Flores itu sekitar dua tahun lalu.

"2 Tahun lalu ada polisi datang ke sini memberikan surat panggilan. Katanya dua temannya (Edo) sudah ditangkap tinggal dia saja. Tapi karena dia tidak ada di sini, akhirnya surat itu kita kembalikan lagi," kata Titik.

Hal itu disampaikan Titik di rumahnya di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2009). Titik adalah istri dari Ketua RT di mana Edo tercatat sebagai penduduk.

Titik mengatakan, Edo memang memiliki KTP di Tanah Tinggi namun tidak pernah tinggal di alamat tersebut. "Dia cuma nitip nama doang, dia punya KTP di sini karena waktu mau nikah bikin KTP. Dia juga tidak dikenal, cuma mertuanya yang dikenal," kata Titik.

Mertua Edo yang akrab disapa Bu Haji memang pernah tinggal di daerah tersebut. Namun kini, telah pindah ke Pondok Gede. "Rumah mertuanya sudah dijual 3 tahun yang lalu, sekarang dibeli orang Bugis dan sudah ditempati," lanjut Titik.

Menurut Titik, dari mertuanya, orang-orang di sekitarnya mengetahui Edo adalah seorang pengacara. "Dia mengaku teman dekat para pejabat, bahkan waktu zaman Soeharto katanya dia sering berjalan di belakang Pak Harto," kata Titik.

Edo, pria kelahiran 29 November 1971 itu merupakan salah satu dari 9 orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Nasrudin. Kini, Edo dan teman-temannya telah mendekam di ruang tahanan Polda Metro Jaya.

Edo merupakan salah satu dari tim eksekutor Nasrudin. Bersama kelima rekannya, Edo berada di lapangan saat hari penembakan Nasrudin. (ken/nrl)


Berita Terkait