Sebelumnya pada Sabtu, 2 Mei, jumlah kasus flu H1N1 tercatat 160 kasus di 21 negara bagian. Demikian disampaikan Dr Anne Schuchat dari badan pemerintah AS, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Atlanta seperti dilansir AFP, Senin (4/5/2009).
Dikatakannya, peningkatan kasus flu tersebut sebagian besar berasal dari hasil tes-tes laboratorium, bukan lonjakan karena kasus-kasus baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat wabah flu H1N1, ratusan sekolah di AS diliburkan untuk mencegah penyebaran wabah. AS merupakan negara kedua setelah Meksiko yang paling banyak dijangkiti wabah flu H1N1.
Sejauh ini korban jiwa terbanyak akibat virus flu ini juga terdapat di Meksiko. Namun pemerintah Meksiko telah menyatakan, wabah flu H1N1 di negara itu saat ini dalam fase yang menurun.
(ita/iy)










































