Tudingan diskriminasi itu dilontarkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Meksiko Patricia Espinosa. Sebabnya, puluhan warga Meksiko dikarantina di hotel-hotel dan tempat lainnya di China. Padahal hanya satu turis Meksiko, yang saat ini berada di Hong Kong, yang diketahui terjangkit flu H1N1.
Turis Meksiko itu tiba di Hong Kong pada Kamis, 30 April lalu. Kebanyakan warga Meksiko yang dikarantina di China berada dalam penerbangan yang sama dengan turis yang terkena flu H1N1 tersebut. Namun yang lainnya tiba di China dengan penerbangan dari Los Angeles, Newark dan Vancouver.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah tersebut tidak diarahkan ke warga Meksiko saja dan tak ada diskriminasi," ujar Ma. "Ini murni isu karantina medis," imbuhnya seperti dilansir Reuters, Senin (4/5/2009).
Ditandaskan Ma, pemerintah Meksiko harus memaklumi benar langkah-langkah yang diambil China dan menanggapi masalah ini secara obyektif dan tenang.
Gara-gara isolasi ini, Duta Besar Meksiko untuk China, Jorge Guajardo pada Minggu, 3 Mei kemarin mendatangi sebuah hotel di Beijing, tempat lebih dari 10 warga Meksiko dikarantina. Namun dia tidak diizinkan menemui mereka.
(ita/iy)











































