Saberi telah menjalani mogok makan selama 12 hari. Demikian dituturkan ayah Roxana, Reza Saberi kepada AFP, Minggu (3/5/2009).
"Roxana memberi tahu kami kemarin bahwa protes mogok makannya masih berlangsung," jelas pria itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia sangat kecewa atas putusan itu. Ia bahkan berhenti meminum air," jelasnya.
Sebelumnya Saberi ditahan karena dikenai dakwaan telah membeli minuman beralkohol di negara muslim tersebut. Namun, Saberi yang mewarisi darah Iran dari sang ayah kemudian dituduh sebagai mata-mata Amerika karena tidak memiliki kartu pers yang sah.
Saberi sendiri sempat bekerja untuk beberapa media, diantaranya adalah BBC, jaringan radio Amerika NPR dan jaringan televisi Amerika Fox News. Kini Saberi mendekam di tahanan Evin dekat Tehran sejak penghujung bulan Januari lalu.
(rdf/iy)











































