Sempat Menolak, WN Singapura Akhirnya Bersedia Tes Kesehatan

Antisipasi Virus H1N1

Sempat Menolak, WN Singapura Akhirnya Bersedia Tes Kesehatan

- detikNews
Sabtu, 02 Mei 2009 20:57 WIB
Sempat Menolak, WN Singapura Akhirnya Bersedia Tes Kesehatan
Riau - Seorang warga Singapura yang masuk ke Indonesia melalui pelabuhan di Dumai sempat menolak saat dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan di Pelabuhan Dumai. Padahal pemeriksaan ini terkait kewaspadaan soal virus H1N1 (sebelumnya ditulis flu babi).

Warga Singapura yang bernama Tham Yeo Hong ini tiba di Pelabuhan Dumai sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu (2/5/2009). Dia menggunakan kapal Very penumpang Indomal Express dari Pelabuhan Malaka.

Tham masuk ke Pelabuhan Dumai dan saat itu tim kesehatan melakukan standarisasi kesehatan yang diinstruksikan pleh Dinas Kesehatan terhadap WN asing. Pemeriksaan ini, sudah dilakukan sejak merebaknya isu flu babi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat Tham menolak, sempat terjadi keributan kecil. Namun pihak Pelabuhan Dumai tetap memaksa dia untuk mengikuti peraturan di Indonesia. Tham sempat ditahan beberapa jam sampai akhirnya dia menelepon seseorang yang beberapa jam kemudian dua orang perwakilan pelayaran datang ke terminal pelabuhan.

Dua orang ini lantas membrikan beberapa dokumen yang diserahkan kepada posko pelabuhan. Terjadi negoasiasi antara kedua orang ini dan petugas di pelabuhan. Akhirnya, Tham bersedia untuk diperiksa.

"Kita melarang warga negara asing masuk Indonesia bila keberatan untuk diperiksa. Bila mereka tetap meolak maka urusan ini nantinya kita serahkan kepada pihak imigrasi," ujar Kepala Seksi Pengendalian Karantina Depkes Wilayah Riau, dr. Sri Maha Mersy kepada wartawan di Dumai.

Dia menjelaskan, hingga saat ini belum ditemukan gejala klinis flu babi pada penumpang asal luar negeri yang tiba di Pelabuhan Dumai. Pihaknya juga merasa heran melihat sikap warga Singapura yang menolak diperiksa.

"Padahal selama ini penumpang yang ada di Pelabuhan Dumai tidak pernah menolak apabila kita periksa," pungkasnya.
(anw/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini