"Adalah bodoh mengunci hotel, karena kebanyakan orang di hotel itu sama sekali tidak melakukan kontak dengan pria tersebut," cetus pakar penyakit menular Lo Wing-lok seperti dilansir media lokal, South China Morning Post.
"Saya yakin ini akan jadi lelucon internasional, turis-turis sehat akan dikurung di Hong Kong selama tujuh hari," ejeknya seperti diberitakan Reuters, Sabtu (2/5/2009).
"Mereka bilang semua orang harus kembali ke kamar mereka. Saya tidak mau pergi ke kamar saya karena saya ingin keluar," keluh seorang pria Australia yang menginap di hotel tersebut.
Langkah karantina ini ditempuh setelah seorang wisatawan asal Meksiko dinyatakan positif terjangkit virus flu H1N1. Pria berusia 25 tahun tersebut menginap di Metropark Hotel. Karena itulah sekitar 200 tamu dan 100 staf hotel diperintahkan untuk tetap berada di hotel selama 7 hari.
Otoritas Hong Kong menyatakan, tak seorang pun boleh meninggalkan hotel di Distrik Wanchai yang populer bagi para turis itu. Juga tak ada orang dari luar hotel yang dibolehkan masuk ke sana. Para jurnalis dan juru foto pun hanya berkumpul di jalanan di luar hotel yang dijaga ketat polisi tersebut.
Namun sebanyak 12 tamu hotel menolak untuk terus menginap di sana. Oleh otoritas Hong Kong, mereka dipindahkan ke sebuah rumah karantina di dekat perbatasan dengan China. Lokasi tersebut digunakan untuk mengkarantina warga Hong Kong yang pernah terserang virus SARS tahun 2003 lalu.
Pemerintah Hong Kong tampaknya tidak mau menganggap enteng virus H1N1 ini. Sebab Hong Kong punya pengalaman pahit dengan virus mematikan SARS pada tahun 2003. Saat itu hampir 300 orang di Hong Kong tewas akibat virus tersebut.
(ita/ita)











































