Pemerintah Hong Kong mengambil langkah cepat sehubungan dengan munculnya kasus flu H1N1 (sebelumnya disebut flu babi) pertama di wilayah itu. Bahkan pemerintah setempat menyebut ini "momen kritis."
"Ini momen kritis," kata Menteri Pangan dan Kesehatan Hong Kong York Chow, seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (2/5/2009).
Pemerintah Hong Kong mengambil tindakan tegas dengan mengkarantina seluruh tamu dan staf hotel tempat seorang turis Meksiko menginap. Turis berusia 25 tahun itu dinyatakan positif mengidap virus H1N1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan otoritas Hong Kong juga berupaya menemukan dua sopir taksi yang mengantarkan pria Meksiko itu setibanya di Hong Kong.
"Jika sopir-sopir taksi itu tidak muncul dan jika mereka telah terjangkit, konsekuensinya tak bisa dibayangkan," cetus Chow.
Namun diimbuhkannya, semua langkah tegas tersebut merupakan pencegahan dan masyarakat tidak perlu panik. "Pada tahap ini, tak ada tanda kemungkinan wabah di komunitas kita," pungkasnya.
Pria Meksiko tersebut dimasukkan ke rumah sakit di Hong Kong pada Kamis, 30 April malam setelah mengalami demam. Dia kemudian dinyatakan positif terkena virus flu H1N1. Saat ini kondisinya stabil.
(ita/ita)











































