Aksi ini dilakukan oleh skitar 15 pengurus DPD SP PLN se-Indonesia. Mereka membuka paksa pagar kantor PT PLN Distribusi Bali di jalan Tjokorda Agung Tresna, Denpasar, Sabtu (2/5/2009). Aksi ini dipimpin oleh Ketua DPP SP PLN Ahmad Daryoko.
Para pengurus SP PLN yang menggunakan pakaian merah berlogo SP PLN ini tiba di depan kantor PLN sekitar pukul 12.00 wita. Mereka marah dengan melontarkan kecaman terhadap pejabat PT PLN Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah tiba di kantor ini, SP PLN dengan sigap membuka paksa pagar serta palang kantor PLN. Sedangkan para Satpam tidak berdaya menghadapi aksi tersebut. Bahkan, mereka pun mengancam akan menyegel ruangkan General Manajer PLN Bali.
"Siapa yang melarang kami masuk di kantor kami sendiri," teriak seorang anggota SP PLN.
Aksi ini dilakukan karena SP PLN gerah setelah tidak diijinkan menggelar seminar di kantor PT PLN Bali. Padahal. mereka telah mendapat ijin untuk mengadakan seminar di kantor PLN Bali. Bahkan, sekitar 100 pengurus SP PLN se-Indonesia telah tiba di Bali untuk mengikuti seminar tersebut.
"Kami sangat menyesalkan kenapa tidak diizinkan seminar secara mendadak. Sebelumnya kami pikir lancar-lancar saja," kata Daryoko.
Daryoko mengatakan mereka ditolak menggelar seminar tentang ketenagalistrikan karena telah ada hal serupa di ADB. "Sebenarnya hal itu kami pisahkan. Kami tidak akan mebuat statemen tentang ADB di dalam kantor PLN. Jika kami membacakan statemen tentang ADB akan kami lakukan di sidang ADB," kata Daryoko.
Akibat penolakan tersebut, pengurus SP PLN se-Indonesia bantal menggelar seminar di PLN Bali. Mereka pun berbegas menuju lokasi sidang ADB di Nusa Dua.
(gds/djo)










































