Wisman dari Meksiko Terjangkit, Hong Kong Isolasi 1 Hotel Sepekan

Kasus Flu H1N1

Wisman dari Meksiko Terjangkit, Hong Kong Isolasi 1 Hotel Sepekan

- detikNews
Sabtu, 02 Mei 2009 02:25 WIB
Hong Kong - Gara-gara mendapati wisatawan mancanegara dari Meksiko positif terkena flu H1N1, Hong Kong mengisolasi tempat menginap wisman itu. 200 Tamu dan 100 pegawai tak boleh keluar selama sepekan!

Seperti dikatakan Chief Executif Hong Kong Donal Tsang, wisman asal Meksiko yang terkontaminasi itu adalah pria berusia 25 tahun. Pria itu tiba di China dengan penerbangan China Eastern di Shanghai, pada Kamis 30 April 2009 kemarin, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (2/5/2009).

Kasus ini merupakan yang pertama yang terjadi di Hong Kong. Tsang menambahkan pria itu menderita demam dan memeriksakan dirinya ke RS Ruttonjee pada Kamis soere. Konfirmasi bahwa wisman itu terjangkit setelah hasil tes keluar dari laboratorium di Universitas Hong Kong. Saat ini Sang wisman dalam keadaan stabil di RS itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua teman wisman itu serta seorang yang ditemuinya di Hong Kong juga diisolasi di RS yang lain. Dia juga menambahkan telah menerima rekomendasi dari ahli kesehatan pemerintah untuk mengisolasi Hotel Metropark, Distrik Wanchai di mana wisman itu tinggal.

Tampak belasan polisi pun memakai masker berjaga di luar dan di dalam hotel, mencegah para tamu dan pegawai hotel dan melarang orang di luar masuk ke dalam.

"Saya yakinkan Anda, Pemerintah Hong Kong akan berupaya maksimal untuk melawan penyebaran virus itu. Sekarang saya memilih bekerja keras daripada kehilangan kesempatan untuk mengendalikan virus itu," tambah Tsang.

Sementara Menkes China York Chow mengatakan, sekitar 200 tamu dan 100 pegawai hotel Metropark tak boleh keluar selama sepekan. Chow juga mengimbau sopir taksi yang mengantarkan wisman Meksiko itu ke hotel memeriksakan diri kepada RS.

Untuk melawan penyebaran virus H1N1 ini, Pemerintah Hong Kong melakukan surveilance di bandara dan rumah sakit, meningkatkan sistem respon kesehatan masyarakat dan menyetok 20 juta dosis tamiflu.

(nwk/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini