Ketua DPR Desak Polisi Segera Pastikan Status Antasari

Penembakan Direktur PRB

Ketua DPR Desak Polisi Segera Pastikan Status Antasari

- detikNews
Jumat, 01 Mei 2009 17:24 WIB
Ketua DPR Desak Polisi Segera Pastikan Status Antasari
Jakarta - Ketua DPR Agung Laksono mengaku prihatin atas kasus yang diduga menimpa Ketua KPK Antasari Azhar. Agar masalah ini tidak melebar ke mana-mana, aparat penegak hukum diminta segara menuntaskan kasus ini dengan cepat.

"Kami minta penyidik di kepolisian untuk segera menuntaskan kasus ini secara maksimal, jangan sampai terombang-ambing ke sana ke mari," kata Agung kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/5/2009).

Menurut Agung, jika dari hasil pemeriksaan tersebut memang ditemukan bukti yang cukup kuat dan akurat atas keterlibatan Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin, orang nomor satu di KPK ini harus segera dinonaktifkan dari jabatannya. Hal ini sangat penting karena institusi KPK yang sangat strategis sebagai lembaga penegakan hukum dan pemberantasan korupsi harus dijaga wibawanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sudah jelas dugaan keterlibatan itu disertai bukti-bukti yang kuat dan akurat, tidak menduga-duga, ya saya minta Pak Antasari segera dinonaktifkan dan ditetapkan status hukumnya sesuai dengan UU dan mekanisme hukum yang ada," paparnya.

Saat ditanya mengenai perasaanya setelah mengetahui dugaan keterlibatan Antasari yang ramai di media massa, Agung secara spontan mengaku sangat kaget dan tidak percaya. Namun karena pemberitaan itu dicover oleh semua media, Agung pun meminta aparat segera memastikan apakah Antasari memang terlibat atau tidak.

"Saya terkejut saat membaca koran yang menulis dugaan keterlibatan ketua KPK. Apalagi kasusnya bukan terkait bidang tugasnya, tapi kriminal, pembunuhan," kata politisi Golkar ini.

Apakah Anda merasa DPR gagal mencari pemimpin lembaga tinggi yang kredibel? "Ini kan bukan terkait bidang tugasnya, mungkin ini terkait masalah pribadi yang terjadi sebelum jadi Ketua KPK. Karena itu segera harus dituntaskan aparat, biar semua tuntas dan jelas," jawab Agung.
(yid/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads