Setelah Nasrudin Tewas, Trimedya Sempat Konfirmasi Antasari

Penembakan Direktur PRB

Setelah Nasrudin Tewas, Trimedya Sempat Konfirmasi Antasari

- detikNews
Jumat, 01 Mei 2009 15:23 WIB
Setelah Nasrudin Tewas, Trimedya Sempat Konfirmasi Antasari
Jakarta - Dugaan keterlibatan Ketua KPK Antasari Azhar dalam kasus penembakan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen bukan hal baru bagi anggota Dewan di Senayan. Isu itu sudah berhembus sejak dua pekan setelah Nasruddin tewas tertembak 14 Maret 2009.

Ketua Ketua Komisi III (Komisi Hukum) DPR Trimedya Pandjaitan mengatakan, begitu mendengar isu tersebut dia kaget. Karena merasa ragu, dia pun langsung menghubungi Antasari via telepon.

"Waktu itu karena saya ragu, kemudian saya tanya Antasari. Tapi dia menjawab 'nggak, Pak. Percayalah! Kita kan sudah lama kenal," kata Antasari seperti ditirukan Trimedya saat berbincang dengan detikcom di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski mendapat jawaban seperti itu, kata Trimedya, dirinya belum terlalu yakin. Akan tetapi dia dan sejumlah anggota DPR lainnya lebih memilih untuk menunggu perkembangan penyelidikan polisi.

"Kita lihat dulu penyelidikan Polri. Tapi penyelidikan Polri harus proporsional tanpa ada muatan politik tertentu. Kan kita tahu sekarang mendekati pilpres. Biarkan Polri bekerja profesional sesuai dengan aturan mereka," ucap politisi PDIP tersebut.

Ditanya apakah Komisi III akan memanggil Antasari terkait persoalan ini, Trimedya mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan polisi. Selain tidak mau latah, lanjutnya, Komisi harus tahu sejauh mana kebenaran informasi tersebut.

"Apapun Ketua KPK adalah simbol KPK. Jangan kemudian muncul ke permukaan, baik bersalah atau tidak, karena kredibilitas KPK dipertaruhkan," pungkasnya. (irw/nrl)


Berita Terkait